|
Keberhasilan pembangunan dan implementasi suatu proyek IT sangat bergantung pada metodologi yang digunakan dalam pelaksanaan suatu proyek. Metodologi Proyek IT Praisindo terdiri dari 4 (empat) tahap proses yang sifatnya berulang (iteratif).
Dalam metode ini, tiap proses pembuatan software aplikasi dibagi menjadi empat fase. Masing-masing fase memiliki titik kulminasi yang disebut milestones, dimana semua anggota tim menyinkronisasikan hasil-hasil yang telah dicapai kepada klien dan pengguna. Ide lain dari metode ini adalah praktek time-proven dalam melakukan update berkala dari software yang dibuat dengan tujuan memenuhi semua kebutuhan klien dalam interval waktu yang singkat, tanpa mengabaikan visi pembuatan aplikasi. Titik-titik penting dan output dari masing-masing fase adalah: Fase Penentuan Visi Fase Perencanaan Proyek - Fase perencanaan mencapai titik kulminasi ketika rencana proyek telah disetujui. Pada titik ini anggota tim proyek, klien dan stakeholder lainnya setuju dengan hasil yang akan dicapai dalam proyek dan rancangan solusi yang akan dikerjakan.
- Output dari fase ini adalah spesifikasi fungsional, penilaian resiko, dan jadwal proyek.
Fase Pembuatan Titik penting pada fase ini adalah ketika scope telah rampung. Pada titik ini semua fitur telah lengkap dan produk siap untuk diuji dalam fase stabilisasi. Ini adalah peluang bagi semua tim pekerja proyek untuk mengevaluasi produk dan menentukan isu-isu lainnya sebelum produk diberikan kepada klien Output dari fase ini adalah spesifikasi fungsional, rencana penanggulangan resiko, source code dan executable code, elemen pendukung, spesifikasi testing, skenario testing dan studi kasus.
Fase Stabilisasi
Tiap fase dalam metodologi kami dilakukan secara berurutan sampai pada titik kulminasinya. Metode kami mengombinasikan model waterfall dan model spiral untuk mengadopsi kekuatan kedua model. Fase-fase dalam metodologi kami memiliki titik kulminasi, titik penting dimana semua tim proyek bisa meninjau kembali dan melakukan penyelarasan atas kegiatan-kegiatannya. Metode ini mengizinkan anggota tim menyesuaikan lingkup proyek untuk memenuhi kebutuhan klien atau untuk meminimalkan resiko selama pembuatan software. Praisindo berkomitmen untuk menjalankan setiap fase dengan benar. Pada akhir proyek, semua dokumen pendukung dalam metodologi ini akan diserahkan sebagai hak milik klien yang kelak dapat dijadikan literatur acuan dalam menangani proyek-proyek TI lainnya. Dokumen-dokumen ini memiliki nilai yang sangat tinggi karena mencakup seluruh aspek yang diperlukan dalam perancangan sampai implementasi suatu software aplikasi.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 30 August 2005 )
|